AUTHOR POV FANO menghembuskan nafasnya panjang. Lalu ia menghampiri ruang kerja ayahnya. Devan yang melihat kedatangan Fano langsung mendongak. "Ada apa?" Tanyanya, Fano lalu masuk dan menutup pintunya perlahan. "Fano mau ngomong, Yah,” ucap Fano sembari duduk di depan Devan. Lalu devan menyilangkan tangannya dengan tatapan lurus ke arah Fano menunggu kelanjutannya. "Silahkan,” jawab Devan santai. "Fano minta apartement." Mendengar itu, alis Devan tertaut. "Minta? Tumben sekali." Balasan Devan membuat Fano mendengus malas, ia mencoba mengatur nafasnya. "Iya. Biar Fano nggak jauh dari rumah ke kampusnya." Devan manggut-manggut lalu mengubah posisinya kini menyenderkan punggungnya ke kursinya. "Baiklah, perdana kamu minta sesuatu,” balas devan. Bisa dikatakan Fano baru kali ini memin

