ASYA melangkahkan kakinya memasuki pekarangan rumah. Ia berharap sekarang bisa bertemu dengan Fano agar hatinya kembali tenang dan pikiran buruk yang di sebabkan Alex hilang ketika melihat senyum lelaki itu. Sayangnya, saat sampai rumah Asya tak menemukan Fano. Fano belum kembali dan sekarang sudah jam 5 sore, dengan rasa kecewa Asya duduk di sofa sembari menyenderkan bahunya. Ia mengusap wajahnya untuk kembali merefreshkan pikiran dan otaknya. Erika yang terkejut akan kedatangan Asya, langsung terpekik. "EH! mama kira siapa,” ucap Erika seraya menatap Asya sebal. Sedangkan Asya tersenyum tipis merasa bersalah. "Maafin Asya, Ma, Asya nggak salam tadi." Erika memaklumi, lalu duduk di samping Asya. "Kamu mandi dulu sana, abis itu turun dan mama buatkan s**u ya,” ujar Erika memberitahu,

