SUDAH satu bulan berlalu. Fano mulai sibuk dengan kuliahnya, ayah Fano juga semakin sibuk dengan perusahaannya. Sedangkan Asya di sini tengah menyiram tanaman di halaman rumah. Dirinya juga bekerja di rumah untuk meringankan pekerjaan rumah yang Erika lakukan. "Asya!" Panggilan tersebut sontak membuat Asya menoleh, dan sudah ada Erika yang baru saja keluar dari dalam rumah. "Iya, Ma?" Jawab Asya. "Kamu jangan capek-capek sayang. Pokoknya habis nyiramin tanaman, kamu harus istirahat." Penuturan Erika membuat raut Asya berubah muram. Akhir-akhir ini Erika juga sering melarangnya melakukan banyak pekerjaan dan menyuruhnya istirahat dan istirahat. Percayalah, Asya benar-benar bosan hanya disuruh duduk, kalau tidak tidur. Membosankan bukan? Maka dari itu Asya memilih untuk tetap melakukan p

