"Kasih Asya buat gue, Fan,” ujar Alex mantap membuat langkah Fano terhenti. Fano membalikkan tubuhnya mencoba menajamkan telinga dan otaknya untuk kembali mendengarkan apa yang barusan Alex katakan padanya. "Coba ulang lagi,” suruh Fano dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Sedangkan Alex, ia malah melangkahkan kakinya mendekat pada Fano, jarak mereka kini tidak terlalu jauh. "gue minta Asya sama lo,” ulangnya sama seperti tadi, tegas dan berani. Fano tertawa tidak habis pikir dengan manusia di depannya ini. Ia mengusap wajahnya kasar lalu menatap Alex remeh. “Minta? Lo minta sama gue?” tanya Fano lalu tertawa lagi. Alex menyerngitkan dahinya lalu mengangguk. Tak lama ia mengusap wajahnya lalu dengan segera melayangkan tinjuannya pada Alex. BUGHHH Alex tersungkur di aspal setela

