08. Posting

1485 Kata

PAGI-pagi sekali Fano sudah berangkat ke sekolahnya. Tentunya tanpa pamit terlebih dahulu pada Asya. Semenjak kejadian semalam, Fano seperti menghindar darinya. Tiba-tiba Erika datang dengan membawa segelas s**u ke dalam kamarnya membuat Asya yang tengah melamun langsung terkejut. "Mama?" "Halo Sayang. Gimana keadaan kamu? Baik kan? Mama tungguin di bawah kamunya nggak turun-turun,” tutur Erika sembari meletakkan gelas susunya di atas nakas. Asya yang mendengar langsung merasa bersalah, "maafin Asya, Ma. Seharusnya Asya langsung turun, jadi mama nggak perlu repot-repot naik ke atas untuk mengantarkan  segelas s**u-" Tiba-tiba saja Erika langsung memeluknya. Begitu erat sampai membuat Asya bingung dibuatnya. Ada apa dengan ibu Fano? Kenapa terdengar isakan darinya? Apa dia menangis? "M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN