PAGI-pagi sekali Fano sudah berangkat ke sekolahnya. Tentunya tanpa pamit terlebih dahulu pada Asya. Semenjak kejadian semalam, Fano seperti menghindar darinya. Tiba-tiba Erika datang dengan membawa segelas s**u ke dalam kamarnya membuat Asya yang tengah melamun langsung terkejut. "Mama?" "Halo Sayang. Gimana keadaan kamu? Baik kan? Mama tungguin di bawah kamunya nggak turun-turun,” tutur Erika sembari meletakkan gelas susunya di atas nakas. Asya yang mendengar langsung merasa bersalah, "maafin Asya, Ma. Seharusnya Asya langsung turun, jadi mama nggak perlu repot-repot naik ke atas untuk mengantarkan segelas s**u-" Tiba-tiba saja Erika langsung memeluknya. Begitu erat sampai membuat Asya bingung dibuatnya. Ada apa dengan ibu Fano? Kenapa terdengar isakan darinya? Apa dia menangis? "M

