“ Kak, boleh aku bertanya sesuatu?” Tanya Nara saat ia dan Vendra berada di Cafe. Sosok itu hanya mengangguk seraya menyesap kopi hangat yang baru tersaji “ Kenapa kakak pergi lama sekali?” Pertanyaan Nara membuat Vendra terdiam, sorot matanya menajam, pemuda itu kemudian menghela napas panjang. “ Kau ingin tahu?” Tanyanya mengulas senyum yang semanis madu. Nara segera mengangguk “ Karna dirimu.” “ Aku?” Pipi Nara langsung merona “ Ya, aku menyatakan ingin melindungimu. Tapi paman Leon justru memintaku belajar lebih giat dan menjadi orang yang sukses terlebih dulu. Aku tidak tahu kalau ini hanya alasan karna ada yang ingin dijodohkan denganmu.” Senyum Vendra licik. Mendengar hal itu, wajah Nara tentu bersemi. “ Aku kira kakak tidak pernah memperhatikanku loh. Dulu kakak sangat cue

