Tidak ada yang bisa menebak takdir Apa maunya, ke mana ia bergerak, apa yang ia suka dan yang paling ia benci Takdir memilih tidak dipilih... “ Ma?” Bumi terlonjak kaget saat ia baru tiba di rumah tengah malam. Seseorang menyalakan lampu, Farzan tampak berdiri dengan buku di tangannya. Melihat keadaan ibunya yang terkejut, serta pakaiannya yang penuh dengan darah, sosok itu melangkah mendekat. “ Apakah ayahmu sudah pulang?” Tanya Bumi mencoba menutupi noda darah di bajunya. Farzan mengernyit “ Kau dari mana? Darah siapa ini?” Tanyanya curiga Bumi menepis tangan Farzan, “ Bukan urusanmu! Sebaiknya urus urusanmu sendiri. Aku mau ke kamar.” Celetuknya menghindar “ Jangan sampai kau melakukan sesuatu yang bodoh seperti kemarin!” Teriak Farzan Bumi terus berjalan menuju kamarnya, meng

