Pengorbanan Pecinta...

1883 Kata

Farzan menatap foto keluarganya di dinding malam itu. Ia mengulas senyum, senyum yang sudah lama hilang. Seakan menemukan kasih sayang ayahnya kembali. Seluruh yang terjadi selama ini hanyalah kesalah pahaman. Pria itu kemudian melangkah santai menuju kamarnya. Dan saat membuka pintu, refleks hidung mancungnya hampir kebentok karena kaget melihat siapa yang duduk di sisi ranjang dengan gaun tidur merah yang terlihat sexi serta make up yang menor seperti barista Cafe. Ingin rasanya tertawa, semua ini begitu lucu. Nayara bisa semenggemaskan itu “ Om eh kak bagaimana? Aku sudah terlihat seumuran denganmu kan?” Tanyanya berdiri menjajari Farzan. Barulah Farzan ingat janji yang mereka sepakati tadi. Ia mendekati Nayara kemudian memegang pundaknya lembut dan menghapus lipstik merah Nayara denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN