"Minum," ucap Marvin datar sembari menyodorkan gelas berisi air mineral tersebut pada Zelda. Zelda mendongak ke arah Marvin, menatap pria itu dengan tatapan canggung bercampur takut–di kepala Zelda masih teringat dengan jelas betapa mengerikannya Marvin saat marah di kantor tadi. Dan sekarang, bahkan wajah Marvin masih terlihat dingin. Zelda mengerjabkan mata beberapa kali, mengatur dirisupaya tetap tenang dan tidak takut berlebihan. Zelda meraih gelas pemberian Marvin kemudian meminum air dari gelas tersebut. Diam-diam Marvin mengumpat dalam hati. Oh s**t! Ekspresi Zelda tadi--itu sangat cute dan memancing secara bersamaan. "Terimakasih, Paman," jawab Zelda pelan, tanpa menoleh ke arah Marvin dengan kembali pura-pura sibuk makan. 'Kenapa Paman masih di sini? Cik, aku sangat gugup. Di

