“Aku mau ke tempat Bang Tigor,” ujar Radjini tiba-tiba setelah aksi ngambeknya yang membuat mereka akhirnya batal pergi ke Bandung hari ini. Agha yang sedang mematut diri di depan laptop lalu meninggalkan laptopnya dan bangkit dari sofa. Sementara Radjini berdiri tidak jauh darinya. Agha sendiri masih belum puas dengan pertanyaan Radjini yang menggantung. Masih ada yang membebani benak istrinya itu. “Sebelum ke tempat Tigor ada hal lain yang mau kamu tanyakan lagi?” Radjini yang tadinya bersitatap kemudian membuang pandangannya. Ia pun membalik badan memunggungi Agha. Gerak tubuhnya terlihat gelisah dan Agha sangat memahami hal itu. “Ada apa, Sayang?” tanya Agha seraya kini mengusap kedua bahu Radjini dari belakang tak ingin ia memaksa. Radjini tidak mengamuk dan mengingat perbuatannya

