Jangan Ingat Yang Pahit-Pahit

1397 Kata

Radjini memberanikan diri membuka pintu kamar. Tadi Agha berpamitan untuk segera mandi jika Radjini mau mengurus pembatalan kontrak kerja dengan Tigor. Perasaan tidak nyaman masih berkecamuk. Ia tidak tahu apa yang sedang dirasakan oleh Agha. Apakah pria itu marah karena Radjini hilang ingatan tidak hanya kepadanya tetapi juga dengan anaknya. Tetapi apa yang masih terpatri diingatannya adalah anaknya sudah tidak ada di perut, itu saja. Radjini tidak bisa membaca isi hati orang terlebih orang yang seperti Agha. Rasanya dekat tetapi tak tersentuh, begitulah kira-kira. Radjini lalu duduk di tepi ranjang dengan kedua tangan terjalin di atas pangkuan, ia pun menunduk dengan sesekali matanya melirik pada Agha yang mematut diri di depan cermin riasnya. Dalam hati ia geli, dan membandingkan deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN