Agha melongo tak menyangka mendapatkan pertanyaan itu dari Radjini. Ia pikir, istrinya itu tidak akan mengingat anggota keluarganya. Agha sebetulnya berharap bahwa Radjini tidak akan pernah ingat lagi dengan mereka yang sering memberikan luka batin bagi istrinya itu. “Radmila? Kamu ingat tentang dia?” tanya Agha. Radjini mengangguk. “Aku tahu siapa dia. Walau takut untuk bertemu lagi.” “Bertemu lagi. Jadi benar kamu sudah pernah bertemu dia?” “Iya. Dia datang ke café punya Bapak.” “Lalu?” “Aku takut.” Radjini merinding dan kemudian menggigil tiba-tiba teringat Radmila dan bagaimana wanita itu menyapanya saat pertama kali bertemu dulu. Agha yang merasa ada perubahan dari Radjini langsung mengulurkan tangan dan sekali angkat setelah melepas sabuk pengaman langsung merengkuh Radjini d

