“BIK! Tolong cepat bereskan semua keperluan saya dan Bapak untuk seminggu ke dalam koper ya, jangan sampai ada yang ketinggalan,” ucap seorang wanita setengah baya dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajahnya yang cantik. “Eh, iya, Bu … memangnya Ibu sama Bapak mau kemana? Kenapa tiba-tiba seperti ini?” tanya asisten rumah tangga itu. “Menemui Hasya, Bik,” jawabnya dengan senang. Wanita tua itu langsung terdiam mendengar ucapan dari majikannya. Memang, dia sangat sulit sekali melupakan dan menerima kenyataan bahwa putrinya sudah tewas dalam kecelakaan pesawat. Dan kini, dia berencana untuk menemui Hasya? Menemui dimana? Kan Hasya saja sudah meninggal. Ia hanya berharap, majikannya itu dapat segera ikhlas akan kepergian dari putri semata wayangnya. Agar tak seperti ini lagi. Ia

