Demi Masa Depan Winda

1797 Kata

Winda mengikuti Vano mencari botol-botol plastik di sekitar rel kereta api. Hari sudah semakin gelap, tetapi Vano dan Winda belum mengisi karung yang dibawanya dengan penuh. Suara petir terdengar menggelegar dari jauh. Prediksi Vano mengenai cuaca yang cerah ternyata tidak benar. Vano melihat ke arah langit. Tidak ada satu pun Bintang mau pun bulan yang menggantung di atas sana. Mereka tampak bersembunyi dan membiarkan langit mendung menyelimutinya. "Win, kita pulang saja sebelum hujan," ajak Vano seraya menggandeng tangan Winda. Mereka berjalan memutar. Melewati sebuah gang kecil di antara gedung-gedung yang tinggi. Rupanya Vano tidak menemukan jalan pulang. Gang kecil itu membuat mereka masuk ke dalam sebuah perumahan elite. Rumah-rumah mewah yang tampak sepi. "Win, kita tersesat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN