Si Cantik, Cantika

1045 Kata

Winda masih ketakutan meski ia sudah berada di ruangan Rifki. Ia terus menangis dan tangannya terasa dingin. "Sudah, Win. Kau tidak perlu takut lagi. Dua penjaga di depan tidak akan membiarkan Fabio masuk lagi," kata Rifki seraya memberikan tisu kepada Vano. "Bagaimana kau mengenal Fabio, Rif?" tanya Vano. "Dia memang sudah bersaing denganku sejak lama, Van. Aku tidak menyangka jika pria yang kau maksud adalah Fabio." "Ya, Rif." Vano menceritakan awal mulanya ia bisa bertemu Fabio. Berawal dari buah busuk, menawari Winda pekerjaan yang ternyata adalah bohong. Rifki sangat tak tega ketika mendengar bagaimana Vano menceritakan saat ia menemukan Winda dalam kondisi yang memprihatinkan. "Astaga, Winda. Kau kasihan sekali," ucap Rifki yang tak kuasa menahan tangisnya. "Iya, Van. Winda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN