Harapan Seorang Ibu

1405 Kata

Bunga masih harus memegangi kepalanya. Ia tak kuasa menahan sakit yang selama ini dideritanya. Sang sopir melihat anak majikannya mengalami kesakitan. Lantas ia segera menghampiri Bunga. “Non Bunga, ada apa? Apa Anda sakit lagi?” anya sang sopir dengan khawatir. Bunga tidak menjawab. Ia hanya menangis bukan karena sakit yang ia derita, tapi karena Vano telah meninggalkannya dan tidak mau lagi berteman dengannya. “Tolong aku! Tolong antar aku pulang saja, Pak,” pinta Bunga. Sang sopir menuntun anak majikan itu masuk ke dalam mobil. Lantas ia segera mengemudikan mobilnya dan kembali ke rumah majikannya. Kebetulan kedua orang tua Bunga belum berangkat bekerja. Mereka mengetahui dan melihat sendiri apa yang telah dirasakan Bunga selama ini. Bunga berjalan menunduk dituntun oleh sang sopir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN