Rin PoV Pagi ini, rumah mulai sunyi. Yudhis telah pergi berangkat sekolah dengan Ayahnya. Bik Atun terlihat sibuk di taman belakang. Memang semenjak aku hamil kembali anak keduaku ini, Romi ngotot untuk memiliki seorang pembantu. Dengan alasan klise, dia tak ingin kehamilanku kenapa-kenapa. Iseng karena merasa sepi dan tak ada pekerjaan, aku memasuki ruang kerja Romi. Memang sejak kami rujuk, aku tak diijinkan bekerja di kantor manapun. Inilah yang aku nggak suka dengan sifatnya, sangat posesive. Flash Back ... “Mulai sekarang, hidupmu hanya untuk aku dan Yudhis. Aku tak ingin mereka menatapmu dengan laparnya, kau tahu”, itu kata Romi ketika seminggu setelah pernikahan kedua kami berlangsung, dan aku hendak bekerja. “Rom??? Aku bisa bosan? Aku butuh aktifitas, butuh uang,” aku ngo

