Romi PoV “Saya terima nikah dan kawinnya Rinjani Rosmalina Hamid binti Rustam Hamid dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai,” kuucap ijab kabulku dengan nada bergetar, ingin menangis. Antara bahagia dan seribu rasa lain yang tak pernah terbayang akan seperti ini. Ya, atas segala macam permintaan Yudhis agar kami tinggal bersama, dengan segala macam bujukan dan kompromi, akhirnya Rin bersedia untuk rujuk kembali. Mungkin hatinya belum seratus persen menerima kehadiranku kembali dengan kepercayaan. Tapi aku bertekad, akan kembali merebut hatinya untuk kumiliki kembali. Tak akan mengulang kesalahan yang efeknya sedemikian menyiksaku. “Sah!” Ucapan dari saksi yang menyaksikan pernikahan keduaku dengan perempuan yang sama ini, membuatku merasa sangat lega. Seakan ribuan ton

