Usai telepon yang ditutup sepihak oleh Silvi, Romi segera menghubungi seseorang. Andi, salah seorang temannya memiliki anggota yang terlatih untuk menjadi tenaga keamanan. Tentu bukan hal yang murah mengingat ini tentang keselamatan seseorang, tapi Romi tak menghiraukan harus berapa uang yang dia keluarkan. “Saya perlu beberapa personil pengaman, Andi.” “ .... .... .... “ “Untuk menjaga kondisi calon istriku di rumah sakit. Karena aku merasa ada pihak-pihak yang menginginkan dia celaka.” “ .... .... ....” “Ya, sekarang juga,” Romi lantas menyebutkan nama Rumah Sakit dimana Rin di rawat. Dia lantas kembali memasuki ruangan rawat Rin. Hatinya sedemikian membuncah ketika dilihatnya Rin sudah mulai sadarkan diri. Laki-laki itu segera mendekati Rin, menggenggam erat tangannya dengan seny

