PEREMPUAN PHSYCOPATH

2078 Kata

Romi PoV Ruang rawat inap ini terasa sepi, meski beberapa aktifitas berjalan sebagaimana normalnya rumah sakit. Om Rustam dan tante Nurma terlihat sedih duduk di sofa pojok kamar rawat ini. Aku? Jangan tanya apa yang kurasakan, karena aku sendiri pun tak tahu bagaimana perasaanku saat ini. Sedih, marah, jengkel, yang entah semuanya karena siapa dan kepada siapa. Yang pasti kepada pengendara sepeda motor, berhelm —yang kata satpam— sengaja menabrak Rini ketika ia hendak  menuju jalan. Dan hasilnya? Kalian tak akan pernah tahu perihnya hatiku setiap kali aku menatapnya. Matanya terpejam karena hingga tengah malam ini, dia tak juga sadar. Entah karena pengaruh biusnya atau karena pengaruh kecelakaan yang tadi dialaminya. Yang jelas, perban putih yang terdapat bercak darah, kini membalu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN