“Kamu yakin akan ikut dalam penggarapan proyek dengan PT Andalas, Sayang?” tanya Romi suatu pagi, ketika mereka berdua berada di balkon kamar mereka. Rin mengangguk sambil menikmati segelas s**u. “Akan sangat menguras tenaga dan fikiran, Sayang... Aku nggak mau kamu kelelahan fisik dan psikis,” Romi meraih tangan Rin, berharap agar perempuan itu mau mengurungkan niatnya ikut dalam penggarapan sebuah mega mall di Pekanbaru. “Dokter menyatakan aku sehat dan kamu juga sehat,” Rin menatap Romi dengan lembut, seakan memohon bahwa ia ingin sekali ikut dalam proyek itu. Romi hanya mendesah berat, entah mengapa dia selalu tak bisa menolak permintaan istri cantiknya ini. Okelah, dia memang type pekerja keras, bukan perempuan manja, dan tentu saja beberapa hal lain yang membuat Romi tak berkutik

