Baik

2090 Kata

"Jangan selalu sholat di akhir waktu. Lebih baik di awal waktu selagi kita masih bisa," . . . Fanin mendongak menatap Abidzar yang tengah memejamkan matanya, bibirnya tersenyum kecil melihat betapa tampannya pria yang kini tengah memeluk pinggangnya itu. Bibir merah muda dan hidung mancung itu sangat menggoda untuk disentuh. Tangan Fanin terangkat perlahan menghampiri kening Abidzar. Mengusap kerutan pada kening pria itu. "Belum tidur?" Fanin langsung menurunkan tangannya dan memejamkan mata, jantungnya langsung berdetak lebih cepat ketika Abidzar terusik dan bertanya padanya. Abidzar membuka matanya perlahan, ia tersenyum melihat mata Fanin yang seperti dipaksa untuk terpejam oleh sang empu. Ia mencolek pipi gadis itu, tapi Fanin tetap memejamkan matanya. "Gue tau, lo belum tidur,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN