Sesampainya di ruangan Fanin. Abidzar dan Dimas langsung duduk. "Kenapa datang lebih cepat?" tanya Fanin yang sudah duduk di samping Abidzar, sedangkan Dimas di hadapan mereka berdua. Dimas menatap Abidzar, "Pengen aja," jawab Abidzar cuek. Fanin menghela nafas, ia memilih kembali ke meja kerjanya. Membuka berkas yang sedang ia lihat tadi. "Assalamualaikum," pintu ruangannya terbuka, menunjukkan wajah Nasim dan Karina. "Waalaikumsalam," Fanin menoleh, ia sangat terkejut dengan kedatangan Kakaknya itu. "Abang!" gadis itu langsung berdiri, mencium tangan kakaknya dan memeluknya. "Kangeen," gumamnya. Nasim terkekeh, ia mengusap-usap kepala adiknya itu. Karina yang berdiri di samping Nasim juga ikut terkekeh melihat tingkah adik iparnya ini. Nasim tersenyum sopan pada Abidzar dan Dima

