Sakit

1905 Kata

Suasana restoran yang ada di hotel ini sangat ramai, banyaknya turis dan warga lokal yang sedang berlibur. Padahal waktu untuk libur panjang masih lama. Abidzar membisikkan sesuatu pada Fanin yang berdiri di sampingnya, membuat sang istri terkekeh. Mereka sudah melihat Nasim dan Karina sedang sarapan di restoran ini. Jadi Abidzar dan Fanin akan menghampiri  mereka. "Assalamu'alaikum," kata Abidzar dan Fanin kompak saat mereka sudah sampai di meja Nasim. "Wa'alaikumsalam," "Eh? Fanin! Abidzar!" seru Nasim terkejut setelah tadi menjawab salam dengan ragu. "Abang!" Fanin merentangkan tangannya pada Nasim yang langsung di sambut hangat oleh sang empu. "Kangen," guman Fanin di pelukan kakaknya itu. "Udah ada Abidzar juga. Tidur nyenyak kan?" gurau Nasim seraya mengurai pelukanny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN