Waktu berlalu begitu cepat. Ini adalah tepat bulan keempat pernikahan Abidzar dan Fanin. Semua nya berjalan seperti biasa, meski sesekali Novi datang dan membuat kekacauan di rumah mereka. Fanin menanggapi dengan sabar wanita itu. Abidzar juga terus menerus meminta maaf jika Novi sudah datang dan mencaci maki Fanin. Padahal sudah empat bulan berlalu, Novi masih tetap mengejar Abidzar, bahkan lebih gencar. "Selamat siang, sayang! Happy mensiversary. I love you more, honey. Stay with me," Fanin yang sedang melamun di kantin kantornya pun terkejut ketika ada yang memeluknya dari belakang dan berbisik. Senyumannya mengembang begitu saja, "Mas, bikin kaget," kata Fanin seraya menarik Abidzar agar duduk di sampingnya. Abidzar terkekeh, ia menunjukkan sesuatu dari balik tubuhnya. "And hap

