Sesampainya di rumah. Abidzar tak berbicara sedikitpun. Di mobil juga sangat hening, hanya Fanin yang sesekali berdeham. Karena tidak tahan dengan keheningan. Afanin menahan tangan Abidzar yang melangkah di depannya, pria itu langsung berhenti dan berbalik. Alisnya terangkat tanda bertanya. "Kalo kamu gak mau pergi bulan madu, aku bisa bilang baik-baik ke Mama kamu," Abidzar tersenyum sinis. "Gak usah, kita tetep pergi," Fanin menunduk melihat senyuman tajam dari suaminya. Ia melepaskan tangan Abidzar yang ia pegang tadi. "Maaf kalo kehadiran aku bikin kamu gak nyaman," gadis bercadar itu langsung pergi berlalu meninggalkan Abidzar yang diam mematung di tempatnya. Meninggalkan sedikit pikiran untuk orang yang mendengarnya. Di kamar, gadis itu langsung menyimpan plastik berisi pakaian y

