Afanin mendudukkan dirinya di samping Abidzar. Setelah menyimpan teh manis yang masih mengepul itu, ia langsung duduk manis di samping suaminya. Bahkan tanpa jarak, karena sofa yang sangat pas untuk mereka berdua. "Abi sama Umi kok lama ya?" gumam Fanin seraya membuka cadarnya, ia menoleh ke arah Abidzar kemudian tersenyum melihat Abidzar tengah menatapnya. "Kenapa ditatap gitu?" tanyanya. Abidzar terkekeh, ia merangkul Fanin kemudian menarik gadis itu ke dadanya. "Pak Bos gemes sama istrinya," kata Abidzar. "Hahaha, ampun Pak Bos! Ahahahha," Sherin yang baru datang bersama Haekal pun tersenyum senang melihat anaknya bersama suaminya itu tengah becanda. "Ehem," deham Haekal menghentikan aktivitas mereka. Fanin langsung menunduk malu sementara Abidzar tengah tersenyum. Ia mencium tang

