Kekesalan

1989 Kata

Abidzar melangkah dengan santai di mall ini. Di sampingnya Dimas berjalan tak kalah santai, kedua pria tampan itu menjadi pusat perhatian beberapa kaum hawa yang sedang ada di mall itu. Abidzar berhenti ketika ia melihat Novi yang keluar dari toko kosmetik sendirian. "Mana Fanin?" tanya Abidzar bingung. "Masih di dalem, jalannya lelet," jawab Novi santai seraya menyerahkan kartu ATM Abidzar. Fanin keluar dengan langkah pelannya, tangan kirinya menjinjing satu backpack dengan wajahnya sedikit tertunduk. "Fanin? Ayo pulang,  tadi Umi nelpon ke aku katanya kamu disuruh pulang dulu. Nov, kamu pulang diantar Dimas atau pakai taksi?" Novi lantas langsung memeluk Abidzar. "Aku pengen pulang sama kamu. Kamu kok gitu sih? Kamu udah gak sayang sama aku?" kata Novi manja. Kedua tangan gadis i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN