Chapter 45

2156 Kata

Di sebuah kamar yang tampak sepi, Lizy tertidur tak sadarkan diri dengan napas teratur. Wajahnya nampak pucat. Kamar itu terlihat besar dengan jendela yang terbuka dan gorden putih berkibar tertiup angin. “Ugh!” Lizy meringis sambil menggeliatkan tubuhnya. Bulu mata lentiknya merayap naik secara perlahan, hingga mata bulatnya yang keemasan terbuka sepenuhnya. Lizy bangun dan mendudukkan dirinya di kasur, ia menolehkan kepalanya kesana kemari. Tangannya memegangi kepalanya yang berdenyut, karena pusing dan juga tak mengenal tempatnya. “Aku dimana?” bisiknya. “Kau di rumah rahasiaku,” jawab sebuah suara yang rendah. Lizy buru-buru menoleh dan melihat Calvin yang sedang berdiri di ambang pintu. Dengan kedua tangan terlipat di d**a dan wajah yang datar. Lizy mengerutkan dahinya tak menge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN