Chapter 46

1209 Kata

Yang lainnya terkejut melihat keadaan Lizy yang mengenaskan dengan rambut berantakan, pipi memerah dan sudut bibir berdarah. Bahkan blouse bagian bahunya robek. “Baby,” panggil Lukas seraya mendekatinya. Lizy bangun dan berlari dari kasur menerjang tubuh Lukas, dan langsung di peluk dengan erat oleh Lukas. Sambil menahan emosinya, Lukas memeluk tubuh Lizy, menciuminya dengan sayang. “Lukas, hiks hiks... Aku takut,” isaknya di d**a Lukas. Dengan penuh sayang, Lukas mengusapi punggung Lizy, ia melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Lizy dengan kedua tangannya. Mata tajamnya menatap Lizy dengan dalam. “Apa yang sebenarnya terjadi?” bisik Lukas dengan pelan. “Calvin,” kata Lizy tercekat. “Jangan lakukan apa pun pada Calvin, kita harus menemukannya karena Calvin pergi.” “Calvin melaku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN