“Lizy, bagaimana jika kita belanja keperluan bayi?” usul Siena. “Tapi kan kita tidak tahu bayiku dan bayimu nanti laki-laki atau perempuan,” balas Lizy. “Kau benar,” sambung Siena. “Dokter, kami pamit ya. Terima kasih banyak atas bantuan Anda,” kata Lizy. “Sama-sama, jagalah kandungan kalian dengan baik. Nanti setiap bulan kalian harus melakukan pemeriksaan rutin,” kata dokter Adrian. “Baik!” jawab Lizy dan Siena kemudian mereka pun tertawa kecil. Perawat tadi mengantar dua wanita cantik itu sampai pintu, lalu mereka berjalan bersama di koridor. Sambil membayangkan akan seperti apa bayi mereka nanti. “Siena, apa orang hamil boleh melakukan hubungan suami istri?” tanya Lizy. Siena mengangguk, “Tentu saja boleh. Tidak ada yang melarangnya.” “saat hamil besar?” “Boleh, aku dan Aaron

