Chapter 42

2339 Kata

“Sayang, nanti aku ajak kau ke peternakan sapi perah,” kata Lizy sambil memeluk tangan Lukas. “Memangnya kau sering memerah sapi?” tanya Lukas. “Iya, saat aku remaja dulu s**u sapi sangat segar.” “Tapi aku ingin meremasmu saja,” bisik Lukas dengan suara seraknya dan berbisik. “Lukas!” Lizy memukul tangan Lukas dan mencubit perutnya dengan wajah merona merah. “Kita melewati makan siang, apa orang rumah mendengarnya ya? Oh aku malu sekali,” lanjutnya sambil menutupi wajahnya. “Tidak perlu malu,” balas Lukas. Lukas dan Lizy berjalan keluar dari kamar Lizy menuju ruang makan, karena sudah waktunya makan malam. Karena mereka melewati makan siang, Lizy dan Lukas merasa sudah sangat lapar. Ketika Lizy membawa Lukas ke ruang makan yang kecil, ia segera memundurkan kursi untuk Lukas dan dudu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN