Chapter 43

2270 Kata

“Rumahnya besar sekali,” ujar Liu. Gadis itu berjalan ke ruang tengah, ia menatap keadaan sekitar. Ketika tiba di ruang keluarga, Liu melihat Lukas dan Lizy sedang menonton televisi sambil berbincang. Ia berjalan ke arah dapur untuk mengambil minuman. Untuk ia bawa ke kamarnya. Gadis itu berjalan ke bagian belakang menyusuri lorong yang besar, ketika melewati pintu yang terbuka ia tahu itu adalah ruang makan. Liu masuk dan menemukan dua orang pelayan sedang membereskan meja makan. Sisa mereka makan malam tadi. “Bibi boleh aku mengambil minum?” tanya Liu. “Boleh, apa nona ingin saya antarkan ke kamar minumannya?” balas pelayan. “Tidak usah, terima kasih bibi.” Liu pun berjalan ke pintu dapur, ketika ia akan masuk ternyata seseorang dari belakang pun hendak masuk. Tubuh orang itu bers

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN