Malam semakin larut dan jam menunjukkan pukul 1 malam. Lizy yang sedang berbaring di kasirnya melirik Elina yang tertidur pulas. Ia mengecek ponselnya dan menatap layarnya, ada satu pesan dari Lukas yang menyuruhnya untuk segera datang. Sebenarnya Lizy merasa tak enak hati pada Calvin, karena dia sudah membuat Calvin patah hati. Namun Lizy malah teringat Lukas dan harus segera mendatangi Lukas di kamarnya. Lizy pun bangun dan turun dari ranjang, ia berjalan dengan langkah pelan. Saat membuka pintu, Elina membalikkan tubuhnya membuat Lizy berhenti. Ia pun menghela napasnya saat dirasa aman, dan Elina masih terlelap karena mabuk. Lizy keluar, dan menolehkan kepalanya kesana kemari, untuk melihat keadaan sekitar. Villa besar dan luas itu sangat sepi, dan sedikit mengerikan jika berjalan-ja

