Forty One

2084 Kata

"Yuni... Gue ada kabar baik buat lo, ayok coba tebak apa?" Mata Serim memincing seolah menggoda Yunia untuk tergugah menjawab permainan tebak-tebakan yang ia berikan. "Gak mau ahk, paling juga gak penting" balas Yunia sambil melengos lalu mengulum bibirnya karna setelah ini pasti Serim bakal marah padanya "Iih, ini sumpah penting banget, gue baru di kasih tahu sama Suster yang ada di depan, ayok jawab dulu dong..." Serim jadi merengek persis anak kecil, apalagi tampilan rok mini di tubuh mungilnya. Membuat ia layaknya gadis SMP "Apa?" Yunia tersenyum, berusaha fokus pada Serim. Satu anugerah baginya bisa mengenal Serim, mungkin ia harus berterima kasih pada Tuhan telah menitipkan orang sebaik Serim dalam hidupnya. Serim tertawa. Ia tidak mampu menyembunyikan berita gembira itu "Yara u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN