23

819 Kata

Langit malam bertabur bintang terlihat dari jendela kamar Xander. Aku terkunci lebih dari 12 jam dan para pelayan yang sejak siang keluar-masuk mengantarkan makanan pun melihatku dengan iba namun putus asa karena tidak bisa melakukan apa-apa. Xander, setelah mengunciku dikamar ini, dengan marah langsung pergi meninggalkan rumah yang hingga kini -menurut pelayan yang mengantarkan makan malam- belum kembali. Aku tidak berusaha untuk kabur atau apapun karena aku memang tidak berniat melakukannya. Satu-satunya yang aku lakukan adalah menunggu amarah Xander hingga tenang dan akhirnya mengeluarkanku dari kamar ini. Yang entah kapan. Jam di dinding sudah menunjukan pukul 1 malam. Tanganku baru saja menutup jendela diruangan itu saat mendengar kegaduhan diluar kamar. Aku berlari dan menempelka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN