Every cloud has a silver lining. Akhirnya, hari ini aku diizinkan untuk pulang ke apartment. Seperti biasa, Chris yang paling sibuk dalam mengurus keperluanku. Tentu saja dibantu oleh Galang. Ah, kali ini, ada Jessi yang juga turut membantu. Keadaanku kini telah cukup membaik. Meskipun, aku masih belum mendapat jadwal terapi, karena dikhawatirkan keadaanku akan drop lagi karena kecapekan. Ibu sempat menelfonku kemarin. Katanya ingin berkunjung, tapi hingga hari ini bahkan tidak pernah datang. Biarlah, aku juga cukup kuat menghadapi semuanya tanpa ibu. “Hun? Udah siap?” Chris datang padaku hendak mengangkat tubuhku dari atas ranjang rumah sakit. Aku mengangguk. Chris meletakkan tangan kanannya di sela belakang lututku, sedangkan tangan kirinya digunakan untuk menopang bagian tubuh atas

