Cow--Chris's POV

1232 Kata

“Halo, Ris!” “Lo dimana?” “Cepetan kesini. Gue greget banget pengen nyidang nih leader kita semua.” Suara Jay memenuhi seisi studioku. Saat ini hanya ada aku, Jay dan Awan di studio. Sejak kemarin, Jay memang agak sensitif jika berbicara padaku.  “Bang-... ntar, Wan. Tahan gue tolong. Ini Haris mana sih lama banget.” Aku tertawa kecil melihat tingkah Jay. Padahal hatiku merasa malu karena keputusanku sendiri. “Kamu tau dari mana?” “Gak usah ngomong ke gue dulu, Bang. Tolong banget gue.” Awan menyela. “Apaan sih. Lebay.” Jay tiba-tiba merogoh saku celananya sendiri. Tubuhnya sedikit bangkit dari kursi kerjaku.  Mulutnya masih saja menggumamkan entah apa. Sebenarnya dapat kudengar, hanya saja Jay berbicara terlalu cepat. “You’re such a greatest rapper, indeed,” pujiku pada Jay yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN