Masalah yang dihadapi, tidak sebaiknya ditinggalkan. Sesulit apapun, aku harus memberanikan diri untuk menghadapinya. Apapun nantinya yang akan terjadi, hanya satu kuncinya, hadapi. Sejak dulu, aku begitu takut pada sebuah kesepakatan. Aku begitu takut pada kenyataan jika diriku sendiri tidak mampu menerima kesepakatan tersebut. Kali ini, masalah yang kuhadapi ini erat kaitannya dengan kesepakatan. Kesepakatan yang saat ini akan kuambil adalah “kembali”. Kembali pada pujaan hatiku, kembali pada pilihan hatiku. Aku harus mampu menguatkan bahu untuk wanitaku dan untukku, tentunya. Beberapa hari ini, aku menjadi pengecut. Lari dari masalah, mendiamkan masalah yang belum diselesaikan. Hanya karena ketakutanku dalam menghadapi kenyataan. Ya, saat itu aku hanya mendengar dari publik. Mema

