Suara barang berbenturan ke dinding menghiasi apartment. Tidak hanya itu, suara teriakan dan umpatanpun turut memenuhi suasana apartment hari ini. “Siaaaal!!! Lo kira lo siapa, Hah? b******k!” Haruna mengumpat tiada henti. Entah apa yang menjadi alasan di balik umpatan-umpatan itu. Tidak ada seorangpun disana. Hanya dirinya dan barang-barang kesayangannya yang telah hancur ulah tangannya sendiri. Suara pintu apartment terbuka, suara langkah kaki tertangkap rungu Haruna. Langkah kaki terdengar semakin berat dan dengan ritme cepat. Seperti sedang berlari. “Haruna?! Na! Stop!” Suara bariton meminta Haruna untuk menghentikan aktifitasnya. Haruna tidak juga berhenti. Ia masih sibuk mengumpat dan sesekali memukulkan kepalan tangannya menghantam dinding yang berlapis vinyl. “Lo kira lo heb

