“Good night, Hun.” Chris mengecup keningku. Aku berbalik ke sisi kanan, untuk melihat wajah priaku. “Chris?” “Hm....” Chris berdehem, matanya telah tertutup. “Ibu bilang apa kemarin?” Chris membuka matanya, dan memilih menatap langit-langit kamar. Kemudian, Ia merubah posisinya menghadap ke samping, ke arahku. “Ibu?” Aku mengangguk. Mata Chris menatapku dengan lekat. Walaupun lampu kamar telah dimatikan, namun sinar matanya jelas tertangkap netraku. “Huh....” Chris menghela nafas panjang. Aku tidak mengerti maksudnya. Aku memang sempat mendengar percakapan mereka kemarin malam, tapi karena aku sedang di bawah pengaruh obat-obatan, kantukku tidak mampu kutahan. “Ibu....” Tangan Chris mengelus telapak tanganku dengan sangat lembut. Chris melanjutkan. “Ibu bilang ... mau ngurus asur

