Memories--Third POV

1944 Kata

Hati memang tidak mampu ditebak. Hari ini berkata ya, esok bisa saja berkata tidak. Setiap insan, pasti merasakan yang namanya perubahan pada suasana hati, pada keinginan, dan tentu saja pola pikir. Begitu juga dengan Chris... Sudah sehari ini, Chris tidak tampak di sisi Ravenna. Padahal biasanya, Ia yang paling semangat, Ia yang paling ikhlas menunggui Ravenna dimanapun berada. El memasuki studio S&T.  Suara langkah kaki bersahutan dengan suara barang-barang yang beradu dengan lantai. Netra El menangkap seseorang di dalam studio itu. Pria yang dilihat oleh El, sepertinya sedang beristirahat di sana. Ia menikmati waktu istirahatnya di atas sebuah sofa panjang berwarna navy. Tubuhnya meringkuk, menikmati dinginnya angin dari air conditioner. El mendekati pria itu. Ia perhatikan, siap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN