23. Dua Puluh Tiga

1015 Kata

Angin malam terasa sangat dingin hari itu, taman yang biasanya ramai, kini sepi oleh pengunjung, entah apa yang terjadi. Seolah taman sudah di pesan oleh Biru untuk bertemu dengan sahabatnya. Keduanya bertemu di depan danau yang sangat tenang, cahaya lampu yang menyinarinya terpantul dan terlihat sangat indah. Biru tampak terlihat sangat serius, berbeda dengan Vero yang masih bingung atas undangan Biru malam ini. Namun, Vero segera mencairkan suasana dengan meledek Biru secara berkala. "Serius, ini bukan lo banget. Gue nggak suka, Biru yang gue suka kan jutek tapi sayang." Vero melontarkan kata itu dengan tangannya memegang dagu tirus cowok itu. "Ver, gue serius." Biru menepisnya kasar. Vero tersenyum. "Serius kenapa, sih? Masalah Bokap lo?" tanya Vero. "Anael." Suara Biru terdengar s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN