Vero tersenyum melihat Anael yang sudah terlihat sangat cemas. Anael lantas mengerutkan keningnya bingung. Ia mencoba membaca ekspresi Vero, namun gagal. "Kenapa?" tanya Anael ragu. "Kenapa lo tegang gitu?" selidik Vero. Ia tersenyum, Anael ikut tersenyum. Mencairkan suasana, Anael salah tingkah. "Lo ngagetin gue," ucap Anael malu. Biru menghela napas lega. Ia tersenyum tipis, dan melanjutkan langkahnya lagi menuju Anael dan Vero. "Masih mau di sini? Atau mau balik." Biru menawarkan tanpa basa-basi. Anael dan Vero menoleh secara bersamaan. "Di sini aja dulu, ngobrol-ngobrol." Vero memberi saran. Biri menatap Anael, ketika cewek itu mengangguk pelan, ia pun mengambil posisi duduk di samping Anael. "Gimana Kak Sian, ada?" tanya Vero penasaran. "Butuh waktu, tapi gue yakin, dia bakal

