Sebuah ponsel berdering dan membangunkan Biru, sinar matahari pagi masuk melalui celah gorden jendela yang tak tertutup rapat. Perlahan matanya terbuka. Ia merasakan tangannya tengah menanggung beban berat, rambut kecoklatan menjadi pemandangannya di pagi hari, si pemilik rambut tengah tertidur pulas, dengan tangan masih menggenggam tangan Biru. Cowok itu tersenyum, mempererat tangan yang masih terkait dengan telapak tangannya. Tak lama, Anael mengubah posisi tidurnya, sehingga Biru berpura-pura kembali terpejam. Anael membuka matanya perlahan, ia tersadar bahwa dirinya masih dalam pelukan Biru. Wajahnya malu, perlahan dia lepas pegangan tangan Biru, namun gagal. Biru meledeknya dengan mempererat pegangan tangannya. Anael segera menoleh dan mendapati Biru tengah tersenyum, mata mereka

