"Biru!" panggil Anael. Tak ada respon dari pemilik nama lengkap Detrian Biru Daijiro. Cowok itu terus berjalan, berkali-kali Anael memegang lengan Biru, namun ditepisnya. Biru selalu menggunakan atap sebagai tempat untuk menenangkan diri. Anael berhasil mengikutinya, walaupun semua ucapannya benar-benar tak dihiraukan laki-laki yang hari itu mengenakan sepatu kets berwarna putih. "Biru, dengerin penjelasan gue," ujar Anael memohon. Alih-alih menjawab, cowok itu malah memejamkan matanya. "Tinggalin gue sendiri." Suara Biru tegas namun berbeda. Dia butuh Anael saat ini, butuh karena ingin mendengar semua penjelasan yang diucapkan oleh Jack. "Biru." Anael memohon. Biru mengalah, membuka matanya lalu menatap Anael tajam. "Mau gue yang pergi atau lo?" Biru memberi penawaran. "Oke, oke.

