Biru melajukan mobilnya dengan kencang. Untungnya sore itu jalanan cukup lengang, sehingga Biru bebas menggunakan jalan tanpa antre. Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit, mobil Biru tepat berhenti di pelataran apartemen Anael. Gadis yang akan ditemuinya sudah menunggu di depan pintu lobi utama. "Masuk!" perintahnya dengan hanya menurunkan kaca mobil. Tanpa ba-bi-bu Anael masuk dan mengambil posisi duduk di kursi penumpang yang berada di depan. Biru kembali melajukan mobilnya lagi. "Ada apa sebenernya?" Anael penasaran. "Kak Sian pergi dari rumah." Jawaban Biru langsung mengagetkan Anael. "Apa? Sejak kapan?" Anael terkejut, dan penasaran. "Kalo gue tau, ya nggak bakal gue ijinin lah," jawab Biru ketus. "Ish," desis Anael. Biru menelusuri jalanan kota sore itu. Matanya tak hanya

