30. Tiga Puluh

471 Kata

Anael berdiri memandang kota dari atas bukit. Sesekali ia menghela napas lirih. "Maafkan aku," ucapnya lirih. Pikiran Anael terbang ke waktu tiga tahun yang lalu. Di mana dirinya tengah melihat Biru dan Alika yang sedang di halte, tepat sebelum kematian Alika. ___ Anael sudah bersiap di dalam mobilnya. Tersenyum ketika melihat Biru sedang menggoda Alika manja. Di tengah rintik hujan yang semakin deras. "Kalian saling mencintai, tetapi kalian harus berpisah." Anael terus memperhatikan keduanya. "Maafkan aku, harus melakukan ini." Anael melihat keduanya menaiki bus yang berhenti di depannya. Lantas Anael mengikutinya dari belakang bus. Hingga akhirnya Anael melihat malaikat yang lain tengah bersiap di tempat yang sudah ditentukan. Kecelakaan pun terjadi. Ketika itu, Anael melarikan di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN