Biru menyeret langkahnya, berjalan lesu menuju ruangan inap Anael. Ia terlihat sangat penuh rasa khawatir, juga sedih dan seperti memikirkan masalah terberat dalam hidupnya. Ia membuka pintu, mendapati Vero yang masih menjaga Anael. "Tapi, serius? Lo bukan manusia?" Vero masih tak percaya. Ia memegang tangan Anael. Netra Biru yang melihatnya dengan reflek segera menjauhkan jangkauan tangan Vero dari gadis yang dicintainya. Anael tersenyum tipis. Biru tampak kesal, namun terlihat sangat lucu di mata Anael. Biru cemburu. "Apaan, sih?" Vero terkejut. "Jangan pegang-pegang tangan Anael," desis Biru sinis. Bukannya marah, Vero malah tertawa. "Iya, tau. Yang boleh pegang cuma Biru aja." Suara Vero lebih ke arah meledek dibandingkan cemburu. Anael tersenyum lagi, Vero meledek Biru hingga co

