Anael terdiam, tak menyadari bahwa Biru masih bersamanya. Cowok itu melempar senyum tepat di depan wajah Anael sembari tangannya melambai. "Nggak perlu dipikirkan," ujarnya lalu mengusap tangan mungil milik Anael. Anael menyambutnya dengan senyum. Ia mengangguk sebagai tanda bahwa ia baik-baik saja. "Gue, bakal cari cara supaya nggak ada satu malaikat pun yang bawa lo pergi." Biru bertekad. Anael tersenyum. Biru merentangkan tangannya agar Anael bisa bebas memeluknya. Gadis itu lantas menyambut pelukan dari Biru. "Nyaman banget," ujarnya tersenyum dalam dekapan Biru. "Seandainya, nanti gue pergi, apa yang bakal lo lakuin?" tanya Anael, kepalanya mendongak hingga tepat berada di depan Biru. "Mmm." Biru pura-pura berpikir. "Nggak akan gue ijinin pergi," ujar Biru tegas. "Seandainya,

